Kota gagal adalah kota yang mengabaikan Ekosistem ( Kasus Bumi Serpong Damai )

Rahardjo, Parino (2010) Kota gagal adalah kota yang mengabaikan Ekosistem ( Kasus Bumi Serpong Damai ). Proceeding Seminar Nasional CITIES.

[img] Text
makalah-3.pdf - Published Version

Download (793kB)

Abstract

Pengembangan lahan pada lingkungan alami maupun binaan menjadi suatu kawasan industri maupun perumahan, maupun fungsi lain pada prinsipnya akan merubah karakter dan bentuk lansekap. Pengabaian terhadap lingkungan alami dan zona ekologi yang dilindungi akan menimbulkan kerugian material maupun moril. Seperti timbulnya bahaya banjir di waktu musim hujan, dan kelangkaan air diwaktu musim kemarau. Bermunculan perumahan skala kota yang banyak tersebar di wilayah Jabodatabek dan beberapa wilayah di Indonesia lainnya juga berpotensi akan mengalami hal yang sama. bila dalam pengembangan nya mengabaikan ekosistem. Kota baru ini pada umumnya dikembangan sebagai hasil konversi lahan perkebunan, pertanian, dan empang, bahkan ada juga yang menkonversi hutan Mangrove. Guna mengetahui seberapa jauh Pengembang Perumahan (Developer) memperhatikan kan ekosistem dalam pengembangan lahan perumahan skala kota Pada penelitian ini metode yang digunakan, dengan pendekatan kualitatif, dengan analisi deskriptif Obyek studi yang diamati adalah Perumahan Bumi Serpong Damai. Hasil penelitian dapat membuktikan manfaat yang didapat dengan adanya perhatian terhadap ekosistem dalam pengembangan kota

Item Type: Article
Subjects: Karya Ilmiah Dosen > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Depositing User: admin FT UNTAR
Date Deposited: 03 Jul 2017 14:34
Last Modified: 03 Jul 2017 14:34
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/1397

Actions (login required)

View Item View Item