Tinjauan 7 tuntutan serikat pekerja united overseas bank buana terhadap pasal 145 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (contoh kasus aksi mogok kerja serikat pekerja united overseas bank buana)

Anthony, Frangky (2010) Tinjauan 7 tuntutan serikat pekerja united overseas bank buana terhadap pasal 145 Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (contoh kasus aksi mogok kerja serikat pekerja united overseas bank buana). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[img] Text
8.pdf - Published Version

Download (89kB)

Abstract

A. Nama : Frangky Anthony / 205030034 B. Judul Skripsi : TINJAUAN 7 TUNTUTAN SERIKAT PEKERJA UNITED OVERSEAS BANK BUANA TERHADAP PASAL 145 UNDANG-UNDANG NO. 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (CONTOH KASUS AKSI MOGOK KERJA SERIKAT PEKERJA UNITED OVERSEAS BANK BUANA) C. Halaman : ix + 77 halaman + lampiran D. Kata Kunci : Hak Normatif Buruh E. Isi : P.T. UOBB dan SPKUOBB merupakan para pihak yang mengadakan Perjanjian Kerja Bersama dengan tujuan agar terciptanya hubungan kerja yang harmonis. Pada tanggal 6 sampai dengan 8 April 2009 SPKUOBB melakukan aksi mogok kerja dengan membawa 7 tuntutan yang merupakan akibat dari pertemuan bipartit yang tidak menemukan titik temu. Permasalahan dalam skripsi ini apakah 7 tuntutan SPKUOBB dapat dikatakan sebagai tuntutan terhadap hak normatif seperti yang diatur dalam Pasal 145 Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Dalam skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian normatif. Data hasil penelitian membuktikan bahwa 7 tuntutan SPKUOBB tidak semuanya merupakan tuntutan terhadap hak normatif, dari 7 tuntutan itu hanya 3 yang merupakan tuntutan terhadap hak normatif dan 4 tuntutan bukan merupakan tuntutan terhadap hak normatif. Pada awalnya manajemen P.T. UOBB hanya mengabulkan 3 tuntutan dari 7 tuntutan yang diajukan, tapi SPKUOBB mengancam akan memperpanjang aksi mogok kerjanya sampai 4 tuntutan yang belum dikabulkan itu dikabulkan. Kesimpulan dan saran dalam skripsi ini adalah akhirnya manajemen P.T. UOBB dan SPKUOBB menyelesaikannya dengan pertemuan tripartit dengan DEPNAKERTRANS sebagai mediator yang kemudian masalah ini selesai dan tidak masuk ke Pengadilan Hubungan Industrial dengan kesepakatan manajemen mengabulkan 4 tuntutan SPKUOBB yang belum dikabulkan sesuai dengan kemampuan perusahaan. F. Acuan : 16 ( 1982 ? 2008 ) G. Pembimbing : Hj. Mulati, S.H., M.H. H. Penulis : Frangky Anthony

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 14 Jul 2017 07:44
Last Modified: 14 Jul 2017 07:44
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/1452

Actions (login required)

View Item View Item