Menganyam Bambu, Menjalin Sukma sejumput ranah bagi mahajana

Husin, Denny (2014) Menganyam Bambu, Menjalin Sukma sejumput ranah bagi mahajana. Karya Ilmiah Dosen.

Full text not available from this repository.

Abstract

Revolusi komunikasi yang diprakarsai oleh pesatnya perkembangan media digital mengubah wacana keterhubungan manusia dengan dunianya, memudarkan persepsi dialog antar interaksi nyata dan maya. Fenomena fitur digital mampu mengendalikan kita dalam sebuah khasanah lain pemetaan mental baik ragawi maupun tanragawi, sebuah jejaring keterhubungan multilayer dan multidimensi yang menyihir kita untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam dunia virtual. Disaat bersamaan kehadiran ruang khalayak di perkotaan semakin langka dilindas oleh persaingan pengembang dan politisi memperebutkan secuil tanah di kota. Sebagai arsitek dan perancang kota, kita perlu menanggapi sikap pengabaian terhadap ruang kemanusiaan, memberikan alternatif pembebasan dari tirani pemenjaraan teknologi dan pemiuhan ruang khalayak yang mempengaruhi manusia sehingga memutuskan keterhubungan ragawinya sebagai mahluk sosial. Dengan mengedepankan kebudayaan sendiri, khalayak didampingi dengan penalaran logika untuk memberdayakan sumber daya lokal yang dengan warisan genetik hibrida, seraya mudah beradaptasi dengan lingkungan binaannya. Melalui kepustaakaan, kita dihantar untuk merenungi kearifan arsitektur nusantara, ekstraksi pengetahuan wastu sebagai pernaungan. Bambu sebagai materi lokal yang mencerminkan arsitektur hijau digunakan sebagai media pemersatu, pemetaan akan pemberdayaan semangat gotong royong dan keterpaduan. Sebuah panggung kemanusiaan ditawarkan untuk kembali memanusiakan manusia yang tersesat dari dunia nyata. Dengan mengindahkan asas kebersamaan, jaringan lokal-universal akan membentuk persatuan kota, merayakan kembali pembelajaran alam - kebhinekaan. Ia adalah sebuah ‘permadani zambrud’ yang dipersatukan oleh perairan, matahari, dan biota yang menjalin keragaman di khatulistiwa, merepresentasikan dialektik ruang dalam - luar arsitektur nusantara. Sebuah jejaring hidup penjalin keterhubungan sosial - ekologikal yang berkelanjutan, menembus batas penyajian klasik yang kerap berfokus pada kemolekan ragawi semata. Kata kunci : bambu, wastu, berkelanjutan

Item Type: Article
Subjects: Karya Ilmiah Dosen > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 27 Mar 2017 07:53
Last Modified: 27 Mar 2017 07:53
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/162

Actions (login required)

View Item View Item