PERKEMBANGAN PERAN RUANG PUBLIK DI KAMPUNG BALUWERTI, KOTA SURAKARTA

Solikhah, Nafiah (2014) PERKEMBANGAN PERAN RUANG PUBLIK DI KAMPUNG BALUWERTI, KOTA SURAKARTA. Karya Ilmiah Dosen.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kampung Baluwerti di kota Surakarta awalnya merupakan tempat tinggal keluarga dan abdi dalem keraton Kasunanan yang sengaja dibuat untuk mendukung keberadaan Keraton. Kampung Baluwerti tersusun dari: jejalur pradaksino (path), kamandungan dan butulan (nodes), unit permukiman (district), keraton dan dalem pangeran (landmark), serta benteng Baluwerti (edges). Salah satu bagian kampung Baluwerti yang menarik untuk diteliti adalah ruang publik karena pada skala kawasan (makro), blok hunian (mezo), dan rumah tinggal (mikro) memiliki ruang publik dengan hierarki dan fungsi yang berbeda. Permasalahan pada objek studi adalah adanya perkembangan peran ruang publik dalam skala kawasan (makro), blok hunian (mezo), rumah tinggal (mikro) sejak awal berdiri kampung Baluwerti sampai dengan saat ini (2014). Studi ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan peran ruang publik di kampung Baluwerti, kota Surakarta dalam skala kawasan (makro), blok hunian (mezo), rumah tinggal (mikro), sejak awal berdirinya kampung Baluwerti sampai saat ini (2014). Jenis studi adalah deskriptif kualitatif dengan metoda analisa deskriptif eksploratif. Faktor yang dikaji adalah kesesuaian ruang publik dengan konsep tata ruang negara Mataram (Jawa), yaitu: sistem klasifikasi simbolik tradisional jawa, pola gradasi kesakralan, kawasan pertahanan, pola pergerakan ritual. Ruang publik di Baluwerti awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Raja, namun dalam perkembangannya mengalami perubahan fungsi dan makna. Alun-alun Utara dan Selatan sebagai ruang publik skala kawasan (makro), awalnya sebagai pembentuk konsep Mancapat-Mancalima, Sangkan Paraning Dumadi, dan jalur pergerakan ritual. Saat ini secara fisik masih sama, namun berkembang aktivitas perdagangan meskipun masih sebagai jalur pergerakan ritual. Dalam skala mezo, Kamandungan secara fisik masih menggunakan konsep pola tata ruang Mataram Jawa, namun fungsi di dalamnya mulai berkembang untuk aktivitas perdagangan dan pariwisata. Taman terbuka kawasan berubah menjadi kantor Kalurahan Baluwarti. Ruang publik di halaman dan Pendapa dalem Pangeran (mikro) menjadi lebih bermanfaat bagi warga karena warga bisa dengan bebas memanfaatkan untuk beraktivitas di dalamnya.

Item Type: Article
Subjects: Karya Ilmiah Dosen > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 27 Mar 2017 07:59
Last Modified: 27 Mar 2017 07:59
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/166

Actions (login required)

View Item View Item