STRATEGI PENATAAN KARAKTER SPASIAL PECINAN Studi Kasus: Petak Sembilan, Kelurahan Grogol, Jakarta Barat

Solikhah, Nafiah (2013) STRATEGI PENATAAN KARAKTER SPASIAL PECINAN Studi Kasus: Petak Sembilan, Kelurahan Grogol, Jakarta Barat. Karya Ilmiah Dosen. pp. 1-513. ISSN 978-692-14304-0-9

[img] Text
2491-5364-1-PB.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Pecinan adalah istilah permukiman yang mayoritas dihuni oleh komunitas Tionghoa di luar wilayah China dengan konsistensi identitas yang sangat khas. Salah satu Pecinan di Indonesia yang masih eksis hingga saat ini dan memiliki nilai historis adalah Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, yang berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 34 Tahun 2005 termasuk Kawasan Cagar Budaya Kotatua Zona 3. Pecinan dalam perkembangan kota Jakarta telah ada sejak masa Batavia. Saat ini, semakin berkembangnya aktivitas warga tidak diimbangi dengan perkembangan fisik dan daya dukung kawasan. Sehingga dibutuhkan strategi penataan kawasan dengan memanfaatkan karakter spasial kawasan melalui sinergi fungsi baru dengan potensi fisik, sosial, dan budaya kawasan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi karakter spasial sebagai sumber daya heritage Petak Sembilan adalah Character Appraisal dari penggunaan lahan, sistem jaringan jalan, bangunan, townscape, dan urban spawl. Indikator yang dikaji merupakan komponen dari manajemen konservasi (heritage planning), meliputi: sumber daya heritage, partisipasi masyarakat, aktivitas ekonomi, dan aktivitas budaya. Selanjutnya metode SWOT digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala serta strategi penataan Petak Sembilan. Petak Sembilan memiliki potensi dan kendala baik fisik maupun non fisik. Potensi fisik meliputi kekhasan pola permukiman dan karakter gaya arsitektur bangunan yang khas yang didominasi oleh deretan ruko (shophouses) dan kelenteng serta bangunan hasil akulturasi budaya seperti China, Belanda, Arab. Potensi non fisik mencakup nilai historis, nilai sosial, dan nilai ekonomi. Sedangkan kendala Petak Sembilan adalah perkembangan jenis aktivitas kawasan, eksploitasi kawasan heritage untuk kegiatan usaha serta degradasi kualitas lingkungan. Sebagai hasil kajian, diharapkan dapat dirumuskan strategi penataan karakter spasial Pecinan Petak Sembilan. yaitu dengan memanfaatkan karakter spasial melalui sinergi fungsi baru dengan potensi fisik, sosial, dan budaya kawasan. Kebijakan penataan kawasan harus dapat mengakomodasi potensi karakter spasial kawasan Petak Sembilan yang tanggap terhadap masa depan.

Item Type: Article
Subjects: Karya Ilmiah Dosen > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 27 Mar 2017 08:14
Last Modified: 27 Mar 2017 08:14
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/170

Actions (login required)

View Item View Item