Yudhi, Gierhart Jonathan (2024) Analisis kapasitas lentur dan geser beton penampang lingkaran dengan tulangan FRP menggunakan metode elemen hingga (TS - 2685). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
325200016_GIERHART_Cover.pdf Download (90kB) | Preview |
|
|
Text
325200016_GIERHART_Pengesahan.pdf Download (243kB) | Preview |
|
|
Text
325200016_GIERHART_Daftar Isi.pdf Download (193kB) | Preview |
|
![]() |
Text
325200016_GIERHART_Bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (230kB) |
|
![]() |
Text
325200016_GIERHART_Bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (950kB) |
|
![]() |
Text
325200016_GIERHART_Bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (453kB) |
|
![]() |
Text
325200016_GIERHART_Bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
![]() |
Text
325200016_GIERHART_Bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (184kB) |
|
|
Text
325200016_GIERHART_Daftar Pustaka.pdf Download (152kB) | Preview |
Abstract
Sebuah struktur bangunan umumnya direncanakan untuk mencapai masa layan atau umur rencana yang telah ditetapkan. Namun, kemungkinan tidak tercapainya umur rencana dapat muncul jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan, seperti korosi pada tulangan baja. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan tulangan FRP yang memiliki sifat non korosif karena terbuat dari bahan seperti kaca dan karbon. Penelitian ini akan membahas kapasitas geser dan lentur beton yang diperkuat dengan tulangan baja dan FRP menggunakan aplikasi Midas FEA NX. Spesimen beton yang digunakan memiliki diameter 500 mm. Mutu beton dan tulangan merujuk pada hasil penelitian Ali et al. (2017). Penelitian ini meningkatkan rasio tulangan 1,5, 2,5, dan 3,5 dengan cara menambahkan diameter tulangan kemudian dibandingkan dengan penelitian Ali et al. (2017) yang menambah jumlah tulangan. Selain itu, menurut Nawy (1998), keruntuhan geser balok terjadi dengan pemodelan 3 point loading dengan rentang a/d 1-2,5. Oleh karena itu penelitian ini juga membandingkan hasil pembebanan 3 point loading rasio a/d 1,5 dan 2,5 serta membandingkan pembebanan 3 dan 4 point loading. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kapasitas geser dan lentur meningkat lebih signifikan dengan peningkatan diameter tulangan daripada dengan peningkatan jumlah tulangan. Selain itu, terungkap bahwa kapasitas geser beton jauh lebih besar dibandingkan dengan yang diestimasi menggunakan rumus ACI 440.1R-15. Kemudian hasil pemodelan kapasitas geser pada rasio a/d 1,5 lebih tinggi daripada pada rasio a/d 2,5. Hasil pemodelan rasio a/d 2,5 metode beban 4 point loading menghasilkan kapasitas geser yang lebih besar dibandingkan dengan metode beban 3 point loading.
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Teknik |
Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
Depositing User: | TDI Family perpus |
Date Deposited: | 06 Sep 2024 08:49 |
Last Modified: | 06 Sep 2024 08:49 |
URI: | http://repository.untar.ac.id/id/eprint/44317 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |