SUKIANTO, SUKIANTO (2007) Penerapan uji emisi pada kendaraan bermotor berdasarkan PP No. 41 Tahun 1999 tentang pencemaran udara di DKI Jakarta / oleh Sukianto. Skripsi thesis, UNIVERSITAS TARUMANAGARA.
Full text not available from this repository.Abstract
abstrak (A) Nama : Sukianto NIM : 205000037 (B) ?Penerapan Uji Emisi Pada Kendaraan Bermotor Berdasarkan PP No. 41 Tahun 1999 Tentang Pencemaran Udara di DKI Jakarta? (C) vii + 91 halaman + lampiran, 2007 (D) Kata kunci : Uji Emisi, Kendaraan Bermotor, Pencemaran Udara (E) Isi Abstrak (F) Penyebab polusi udara di Jakarta diantaranya adalah kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta yang lalu lalang setiap hari di seluruh jalan-jalan DKI Jakarta mencapai 4,148 juta kendaraan. Jumlah terbanyak untuk sepeda motor sebanyak 2,311 juta unit, mobil pribadi 1,211 juta, truk 370.832 unit, dan bus 254.914 unit. Semakin banyak kendaraan bermotor maka akan menyebabkan polusi udara oleh polutan partikel padat (PM), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), karbonmonoksida (CO), dan timbal (Pb). Semua zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernafasan. hingga saat ini pengendalian pencemaran udara masih belum menampakkan hasil yang baik. Sebaliknya, kualitas udara di Jakarta pada umumnya mengalami penurunan yang cukup serius dari waktu ke waktu akibat karena emisi gas buang pada kendaraan bermotor. Berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 Tentang Pencemaran Udara tersebut maka strategi/program yang telah dilaksanakan serta kebutuhan peningkatan program yang telah berjalan dan/atau penerapan program baru. Kontrol terhadap kendaraan tipe lama dan baru dilakukan dengan menerapkan uji emisi kendaraan tipe baru. Pengetatan ambang batas emisi kendaraan lama akan mempercepat penggantian kendaraan-kendaraan tua yang beremisi tinggi dan kendaraan-kendaraan penghasil emisi tertinggi jika pengujian dilakukan secara konsekuen. Pengujian tipe kendaraan-kendaraan yang fasilitas pengujiannya tidak tersedia di Indonesia dapat dilakukan di negara terdekat yang memiliki fasilitas tersebut. Kebijakan lain yang akan ditempuh pemerintah untuk menekan emisi gas buang adalah dengan mendorong pemilik kendaraan bermotor meningkatkan perawatan pada mesin kendaraannya. Dalam hal ini sebagai uji coba nantinya Pemda DKI akan memberlakukan wajib pengukuran emisi kendaraan bermotor bagi setiap kendaraan bermotor yang diperpanjang STNKnya. (G) Daftar acuan : 13 (1982 ? 2005) (H) Pembimbing : Dr. Gunawan Djajaputra, S.H., M.H., S.S (I) Penulis : Sukianto
Item Type: | Thesis (Skripsi) |
---|---|
Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Puskom untar untar |
Date Deposited: | 02 Aug 2018 07:09 |
Last Modified: | 02 Aug 2018 07:09 |
URI: | http://repository.untar.ac.id/id/eprint/6605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |