Analisis Framing: Peristiwa Cikeusik Pada Suara Pembaruan Dan Republika

Chrestella, Chrestella (2011) Analisis Framing: Peristiwa Cikeusik Pada Suara Pembaruan Dan Republika. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[img] Text
Analisis Framing.pdf - Published Version

Download (46kB)

Abstract

Dalam sebuah berita terdapat berbagai faktor yang ada dibalik proses pembuatannya, hal ini terkait dengan penentuan agenda media itu dengan kebijakan-kebijakan editorial. Kebijakan editorial sendiri pada umumnya akan mengacu kepada ideologi dari media tersebut. Hal ini akan berujung kepada pembingkaian peristiwa yang berbeda oleh setiap media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebuah isu dibingkai oleh dua buah surat kabar dengan dasar ideologi yang kontras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berdasarkan analisa pemberitaan mengenai Peristiwa Cikeusik sejak tanggal 7 Februari hingga 16 Agustus 2011. Media massa pasti memiliki ideologi, ideologi inilah yang menjadi kunci bagi media terutama dalam memberitakan isu-isu yang mengandung unsur-unsur kepentingan. Unsur kepentingan ini beragam dari mulai kepentingan politik, ekonomi hingga hal-hal yng menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Hal ini juga menyebabkan isu agama seperti pemberitaan mengenai kelompok Ahmadiyah cenderung memiliki perbedaan yang kontras dari satu media ke media lain. Selain lekat dengan unsur agama, kelompok Ahmadiyah yang minoritas juga mempengaruhi bingkai pemberitaan. Maka dari itu, pada penelitian ini penulis menggunakan teknik Analisis Framing dengan model yang dikembangkan oleh Robert. N. Entman. Entman membagi perangkat analisis dalam empat bagian yaitu: 1. Problems Identification (Identifikasi Masalah); 2. Diagnose Causes (Memperkirakan penyebab masalah); 3. Make Moral Judgement (Membuat pilihan moral); 4. Trearment recommendation (menekankan penyelesaian). Empat hal tersebut yang dapat mengungkapkan ideologi media pada pemberitaan terhadap sebuah isu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam pendefinisian/identifikasi masalah yang dapat dilihat dari pemilihan narasumber dalam isi berita serta pernyataan langsung yang didapat dari wawancara redaksional. Suara Pembaruan menganggap Peristiwa Cikeusik sebagai isu Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Harian Republika, dengan ideology Islami yang kental menganggap Peristiwa Cikeusik sebagai isu Agama dan menjadikan kelompok Ahmadiyah senagai aktor dalam peristiwa. Kata kunci: Ahmadiyah, Cikeusik, Framing

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Puskom untar untar
Date Deposited: 22 May 2017 01:58
Last Modified: 22 May 2017 02:21
URI: http://repository.untar.ac.id/id/eprint/994

Actions (login required)

View Item View Item