    {
      "type": "thesis",
      "creators": [
        {
          "name": {
            "given": "Jesselin",
            "lineage": null,
            "family": "Rahardja",
            "honourific": null
          }
        }
      ],
      "institution": "Universitas Tarumanagara",
      "userid": 1481,
      "lastmod": "2026-04-28 08:01:08",
      "datestamp": "2026-04-28 08:01:08",
      "eprintid": 48941,
      "metadata_visibility": "show",
      "full_text_status": "none",
      "note": "Pembimbing:  Dr. Ahmad Junaidi, S.S ., M.Si",
      "department": "Fakultas Ilmu Komunikasi",
      "status_changed": "2026-04-28 08:01:08",
      "thesis_type": "other",
      "eprint_status": "archive",
      "thesis_name": "other",
      "divisions": [
        "ikom"
      ],
      "dir": "disk0/00/04/89/41",
      "title": "ANALISIS FRAMING MEDIA DIGITAL FOLKATIVE DAN USSFEED DALAM MENGHADIRKAN INFORMASI DEMONSTRASI TUNJANGAN DPR",
      "uri": "https://repository.untar.ac.id/id/eprint/48941",
      "date_type": "published",
      "subjects": [
        "S1_",
        "sfik"
      ],
      "rev_number": 7,
      "abstract": "ABSTRAK \r\n(A) JESSELIN RAHARDJA/915220080 \r\n(B) ANALISIS FRAMING MEDIA DIGITAL FOLKATIVE DAN USSFEED DALAM MENGHADIRKAN INFORMASI DEMONSTRASI TUNJANGAN DPR \r\n(C) XV+79.hlm, Tahun 2025, tabel 15, gambar 13 Lampiran 11 \r\n(D) JURNALISTIK \r\nAbstrak: Media digital mencakup platform seperti situs web, blog, media sosial, yang memanfaatkan internet untuk menyampaikan berita secara cepat, interaktif. Homeless media adalah akun yang muncul di media sosial dan menghadirkan informasi mirip dengan media mainstream. Folkative dan USSFeed sebagai homeless media baru memanfaatkan Instagram untuk pemberitaan. Demonstrasi tolak tunjangan DPR banyak diketahui warga internet melalui Instagram dan media sosial lainnya. Penelitian ini menggunakan teori analisis framing dengan tujuan melihat pembingkaian berita serta perbedaan framing Folkative dan USSFeed terhadap pemberitaan demonstrasi tunjangan DPR. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif berisfat deskriptif, dengan metode penelitian analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang mencakup empat struktur yaitu sintakis, skrip, tematik, dan retoris dengan keabsahan data triangulasi ahli. Hasil analisis menunjukan bahwa framing Folkative lebih menyoroti kritik dan keresahan publik, sedangkan USSFeed lebih seimbang dan menjelaskan fakta-fakta yang ada. Kesimpulannya, framing yang dihasilkan oleh homeless media bersifat alternatif dan kritis dibandingkan media arus utama, serta sangat berorientasi pada keterlibatan audiens sesuai dengan tujuan homeless media yaitu meningkatkan engagement dengan audiens, dan membentuk interaksi tinggi pada konten yang diunggah kedua media digital ini memiliki pendekatan berbeda sesuai karakter dan kebijakan redaksional masingmasing dan tidak memihak pada penguasa. \r\nKata Kunci: analisis pembingkaian, demonstrasi tunjangan DPR, folkative media tanpa rumah, ussfeed \r\n(E) DAFTAR PUSTAKA: 1 (buku), 25 (jurnal) \r\n(F) Dr. Ahmad Junaidi, S.S ., M.Si",
      "ispublished": "pub",
      "date": "2025-11"
    }