Natania, Evelyn (2024) Peran Self-Compassion sebagai Prediktor Regulasi Emosi pada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan. Diploma thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of File 3. Fulltext.pdf] Text
File 3. Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of File 5. Cover dan Surat Pengesahan Pembimbing.pdf] Text
File 5. Cover dan Surat Pengesahan Pembimbing.pdf

Download (316kB)

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) perempuan menghadapi berbagai tantangan selama berada di lembaga pemasyarakatan (lapas). Tantangan tersebut berupa kondisi lapas yang tidak kondusif dan provokatif secara emosional, keterpisahan dengan keluarga, serta hilangnya berbagai hak sebagai manusia. Lingkungan lapas yang penuh tekanan dapat memicu emosi negatif sehingga WBP perlu memiliki kemampuan regulasi emosi yang adaptif. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, regulasi emosi salah satunya dapat dipengaruhi oleh self-compassion, yaitu sikap belas kasih kepada diri sendiri, terutama saat menghadapi kesulitan atau kegagalan. Self-compassion dapat membantu individu untuk menerima emosi mereka tanpa menghakimi dan merespons situasi sulit dengan lebih positif. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan self-compassion sebagai prediktor regulasi emosi pada WBP perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif dan melibatkan 190 partisipan WBP perempuan berusia 18 hingga 65 tahun (M = 39.01) yang direkrut melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dimodifikasi sesuai dengan konteks penelitian. Modifikasi alat ukur dilaksanakan dengan menambahkan frasa “selama saya berada di dalam lapas” pada setiap butir alat ukur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel self-compassion secara signifikan memprediksi variabel regulasi emosi dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.326, yang artinya self-compassion menjelaskan 32.6% dari varians dalam regulasi emosi. Penemuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak lapas agar dapat mengintegrasikan program berbasis self-compassion untuk terus meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada WBP perempuan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Naomi Soetikno, Dr., M.Pd., Psikolog
Uncontrolled Keywords: Self-compassion, regulasi emosi, warga binaan pemasyarakatan perempuan, lembaga pemasyarakatan
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Admin Fakultas Psikologi
Date Deposited: 03 Jun 2026 08:36
Last Modified: 03 Jun 2026 08:36
URI: https://repository.untar.ac.id/id/eprint/49643

Actions (login required)

View Item View Item