Hariyanto, Elisabet Winda Putri (2025) Hubungan Altruisme dengan Psychological Well-Being pada Volunteer Dewasa Awal di Komunitas X. Other thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
1. Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
|
|
Text
5. Cover-Lembar Pengesahan.pdf Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan sosial dan perasaan tidak adekuat (inadequacy) dalam penggunaan media sosial Instagram pada mahasiswa Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya kecemasan sosial di kalangan mahasiswa akibat tekanan untuk tampil sempurna di media sosial, khususnya Instagram, serta perasaan tidak cukup baik yang sering muncul akibat perbandingan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Partisipan merupakan mahasiswa dan mahasiswi aktif di wilayah Jabodetabek—mencakup DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi—yang termasuk dalam kategori Generasi Z, yaitu individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 atau berada dalam rentang usia 18 hingga 28 tahun saat penelitian berlangsung. Kriteria partisipan mencakup pengguna aktif Instagram dengan durasi penggunaan minimal tiga jam per hari dan telah menggunakan platform tersebut selama empat hingga tujuh tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari The Feeling of Inadequacy Scale yang dikembangkan oleh Janis dan Field (1959) untuk x mengukur perasaan tidak adekuat, serta Social Anxiety Scale for Social Media Users (SAS-SMU) yang dikembangkan oleh Yunus Alkis, Zafer Kadirhan, dan Mustafa Sat pada tahun 2017 untuk mengukur tingkat kecemasan sosial dalam konteks penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecemasan sosial dan perasaan tidak adekuat dalam penggunaan Instagram. Semakin tinggi tingkat kecemasan sosial yang dialami mahasiswa, semakin tinggi pula perasaan tidak adekuat yang dirasakan saat menggunakan Instagram. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial secara intens dapat memperkuat perasaan kecemasan sosial dan tidak adekuat pada mahasiswa dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan intervensi untuk membantu mahasiswa mengelola penggunaan media sosial secara sehat agar dapat meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan mental.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen pembimbing : Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC |
| Uncontrolled Keywords: | kecemasan sosial, perasaan tidak adekuat, media sosial, Instagram, Generasi Z, mahasiswa, Jabodetabek |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi |
| Depositing User: | Admin Fakultas Psikologi |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:43 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:43 |
| URI: | https://repository.untar.ac.id/id/eprint/49982 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
