Djapri, Aurellia Philbertha (2023) Dinamika Proses Memaafkan Pada Dewasa Awal Yang Mengalami Ketidakhadiran Ayah Dan Kesepian. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Aurellia Philbertha Djapri_717212002_Fulltext.pdf] Text
Aurellia Philbertha Djapri_717212002_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of Aurellia Philbertha Djapri_717212002_Surat Pengesahan.pdf] Text
Aurellia Philbertha Djapri_717212002_Surat Pengesahan.pdf

Download (338kB)

Abstract

Father absence atau ketidakhadiran ayah merupakan fenomena yang marak di Indonesia. CNN Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan urutan keempat sebagai negara tanpa ayah. Kehilangan sosok ayah memberikan perasaan diabaikan dan ditinggalkan dalam diri anak. Bagi anak, kehilangan peran pengasuhan ayah menimbulkan perasaan kesepian karena memicu munculnya area kosong dalam diri anak. Khususnya untuk anak usia 18-29 tahun yang diberikan istilah emerging adult. Dalam tahap perkembangan ini, emerging adult disebutkan mengalami kristalisasi identitas, individu perlu menentukan banyak pilihan hidup khususnya dalam hal pemilihan karir, pendidikan, pernikahan, dan berbagai aspek hidup lainnya. Namun emerging adult yang mengalami father absence kehilangan figur dan teladan. Dalam rangka mengembalikan hubungan antara anak dan ayah, diperlukan forgiveness yang muncul lewat perasaan, pikiran, dan perilaku individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dinamika proses forgiveness pada individu emerging adult yang mengalami father absence dan loneliness. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap sepuluh partisipan dengan open-ended questions yang disusun berdasarkan teori proses forgiveness yang dikemukakan oleh Baskin dan Enright (2004). Sebelum melakukan wawancara, partisipan diminta untuk mengisi alat ukur kesepian yaitu University California Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA) yang disusun oleh Russel et al., (1996) dan sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Salsabila (2021). Alat ukur loneliness ini hanya digunakan sebagai kriteria partisipan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis, yang bertujuan untuk menemukan makna dari pengalam penting dalam hidup individu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua subjek mengalami loneliness dan hanya lima subjek yang mampu memaafkan ayah. Penelitian juga menemukan beberapa faktor yang membantu subjek untuk melewati proses forgiveness, diantaranya adalah kualitas hubungan subjek dengan ibu, sudut pandang ibu terkait konflik, dan religiusitas.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Dosen Pembimbing: Roswiyani, Ph.D, Psikolog
Uncontrolled Keywords: forgiveness, emerging adult, father absence, loneliness
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Admin Fakultas Psikologi
Date Deposited: 06 Jul 2026 04:50
Last Modified: 06 Jul 2026 04:50
URI: https://repository.untar.ac.id/id/eprint/50314

Actions (login required)

View Item View Item