Tantomo, Estherina Yaneta (2024) Peran Strategi Regulasi Emosi Kognitif terhadap Berkembangnya Gejala PTSD pada Emerging Adulthood yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Hubungan Berpacaran. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of FullText_Estherina Yaneta Tantomo_717221019.pdf] Text
FullText_Estherina Yaneta Tantomo_717221019.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Surat Pengesahan_Estherina Yaneta Tantomo_717221019.pdf] Text
Surat Pengesahan_Estherina Yaneta Tantomo_717221019.pdf
Restricted to Registered users only

Download (296kB)

Abstract

Strategi regulasi emosi kognitif dapat berkontribusi terhadap berkembangnya gejala posttraumatic stress disorder (PTSD) pada emerging adulthood yang pernah mengalami kekerasan dalam hubungan berpacaran. Strategi regulasi emosi kognitif merupakan proses kognitif dalam mengelola informasi yang dapat membangkitkan emosi. Sedangkan gejala PTSD merupakan suatu respon umum terhadap peristiwa traumatis yang dialami salah satunya kekerasan dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran strategi regulasi emosi kognitif terhadap berkembangnya gejala PTSD dan peran tiap dimensi strategi regulasi emosi kognitif terhadap tiap gejala PTSD sesuai dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder V (DSM V) yakni intrusi, penghindaran, perubahan negatif terkait kognisi dan suasana hati, dan perubahan gairah dan reaktivitas. Partisipan penelitian ini berjumlah 116 mahasiswa di Indonesia (87.1% perempuan) berusia 18 hingga 24 tahun yang pernah mengalami kekerasan dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non eksperimental dengan studi cross-sectional. The Posttraumatic Cognitions Inventory (PTCI) dan Cognitive Emotion Regulation Questionnaire (CERQ-Short) digunakan untuk mengukur strategi regulasi emosi kognitif dan The PTSD Checklist for DSM 5 (PCL-5) untuk mengukur gejala PTSD. Hasil yang diperoleh adalah adanya peran strategi regulasi emosi kognitif yang signifikan terhadap gejala PTSD sebesar 39.5% (R = 0.628, p < 0.005). Dimensi kognisi negatif mengenai diri memiliki peran paling besar terhadap gejala PTSD sebesar 35% (β = 0.490, t = 4.309, p = 0.000 < 0.05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan dalam penyusunan intervensi psikologis untuk menangani trauma pada korban kekerasan dalam hubungan berpacaran.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Dosen Pembimbing: Rismiyati E. Koesma, M.Psi. Dr., Psikolog Zamralita, Dr., M.M., Psikolog
Uncontrolled Keywords: Gejala PTSD, kekerasan dalam pacaran, strategi regulasi emosi kognitif.
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Admin Fakultas Psikologi
Date Deposited: 08 Jul 2026 01:46
Last Modified: 08 Jul 2026 01:46
URI: https://repository.untar.ac.id/id/eprint/50344

Actions (login required)

View Item View Item