Satria, Nadhira Ramadhanty (2024) Hubungan Parasosial dan Eskapisme Pada Penonton Drama Korea. Other thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Cover dan Surat Pengesahan_Nadhira Ramadhanty Satria_705200097.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
Fulltext_Nadhira Ramadhanty Satria_705200097.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
Abstract
Drama Korea merupakan media siaran yang mempunyai banyak peminatnya di Indonesia dan terdapat peningkatan yang signifikan dalam peminat drama korea dalam situs streaming seperti Netflix. Kesuksesan sebuah produk media seperti Drama Korea bergantung pada keterlibatan pemirsanya melalui interaksi simbolis pemirsa dengan karakter drama korea tersebut yang dapat membentuk dasar hubungan parasosial (Bryant & Miron, 2004). Penelitian-penelitian sebelumnya seperti penelitian dari Adam dan Sizemore (2013) menemukan bahwa penggemar-penggemar terlibat dalam hubungan parasosial dengan tujuan untuk melarikan diri dari kenyataan hidup yang tidak menyenangkan. Escapism adalah salah satu bentuk coping dan merupakan emotional based coping yang berfokus pada respon terhadap stresor, yaitu coping based yang berciri avoidance atau menghindar, Pelarian diri atau escapism telah didefinisikan sebagai strategi psikologis yang digunakan oleh individu untuk mengalihkan perhatian dari masalah kehidupan nyata dan dianggap sebagai motivasi utama perilaku menonton televisi. Oleh karena itu, peneliti melakukan sebuah penelitian mengenai tinggi rendahnya korelasi antara parasosial dan Escapism pada penonton drama Korea dengan 164 partisipan dengan jengan usia 19-29 tahun menggunakan metode kuantitatif korelasional. Partisipan terbanyak dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan. Data menunjukkan adanya hubungan positif dan cukup kuat antara variabel parasosial dan Escapism pada penonton drama Korea yang berarti semakin tinggi kegiatan parasosial yang dilakukan oleh responden maka semakin tinggi pula Escapism responden. Hasil analisis korelasi pada masing-masing dimensi variabel pada parasosial yaitu empathy, physical attraction dan perceived similarity memiliki hubungan dengan dimensi variabel Escapism yaitu self-blame, avoidance, dan wishful thinking dengan korelasi terbesar adalah antara dimensi wishful thinking dengan physical attractiveness sedangkan nilai korelasi terendah terdapat pada hubungan antara self-blame dengan perceived similarity yang menunjukkan adanya hubunganyang rendah antara keduanya.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen pembimbing : Sandi Kartasasmita, M.Psi., Psikolog |
| Uncontrolled Keywords: | parasosial, eskapisme, drama korea |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi |
| Depositing User: | Admin Fakultas Psikologi |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 07:06 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 07:06 |
| URI: | https://repository.untar.ac.id/id/eprint/50486 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
