Faisal, Fadhli (2021) Ratio Decidendi Dalam Pertimbangan Hukum Putusan Hakim Terhadap Penyalah Guna Narkotika Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Doctoral thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Fedhli Faisal_208162002.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Fedhli Faisal_208162002.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Fedhli Faisal_208162002.pdf Download (0B) |
|
|
Text
Lampiran_Fedhli Faisal_208162002.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Disertasi ini meneliti ratio decidendi dalam pertimbangan hukum putusan hakim terhadap penyalah guna narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Terdapat dua permasalahan dalam penelitian ini yakni, pertama, bagaimana penalaran hukum dalam ratio decidendi pertimbangan hukum putusan hakim terhadap penyalah guna narkotika bagi diri sendiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; kedua, bagaimana penemuan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalah guna narkotika bagi diri sendiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Penelitian disertasi ini merupakan penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Penelitian hukum normatif digunakan dengan menitik beratkan penafsiran dan penemuan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalahguna narkotika bagi diri sendiri menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Putusan pengadilan yang diteliti adalah putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Hakim pada tiap tingkatan pengadilan dalam menjatuhkan putusan terdapat karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan putusan hakim kemudian dilakukan analisa berdasarkan kegiatan penalaran hukum hakim dalam menjatuhkan putusan melalui ratio decidendi pertimbangan hukum.
Hasil peneliitan menunjukkan penalaran hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap penyalah guna narkotika didasari aspek ontologis, aspek epistemologis, dan aspek aksiologis. Hakim bukanlah corong undang-undang sehingga hakim dapat melakukan penemuan hukum. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dirasa belum memberikan keadilan bagi penyalahguna narkotika bagi diri sendiri. Hakim perlu mencari nilai keadilan dengan melakukan penemuan hukum melalui penalaran hukum yang benar sehingga menghasilkan putusan yang mempunyai nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Additional Information: | Promotor : Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, S.H., LL.M. Co. Promotor :Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | - |
| Subjects: | Disertasi Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 30 Apr 2021 07:23 |
| Last Modified: | 05 Jun 2025 09:10 |
| URI: | https://repository.untar.ac.id/id/eprint/26302 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
