Pratiwi, Yulia Indah (2024) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA SISA LEBIH/KURANG PEMBIAYAAN ANGGARAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN ANGGARAN 2019-2023. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Yulia Indah Pratiwi 126231030 JA.pdf] Text
Yulia Indah Pratiwi 126231030 JA.pdf

Download (256kB)

Abstract

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melaporkan Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran (SiLPA) pada Tahun Anggaran (TA) 2019 s.d. 2021 dan TA 2023 serta Sisa
Kurang Perhitungan Anggaran (SiKPA) pada TA 2022. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dasar perencanaan anggaran surplus atau defisit, faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya SiLPA/SiKPA, serta pengaruh SiLPA/SiKPA terhadap
perencanaan anggaran pada tahun anggaran berikutnya. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data
primer melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari Laporan Hasil
Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah
Kabupaten Tulang Bawang Barat TA 2019 s.d. 2023. Analisis data yang digunakan
yaitu analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
mempengaruhi perencanaan anggaran surplus atau defisit pada Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) meliputi kondisi ekonomi dan sosial, insentif fiskal
daerah, serta kurang salur dan keterlambatan Dana Bagi Hasil (DBH). SiLPA pada TA
2019 s.d. 2020 dan 2023 dipengaruhi oleh pelampauan pendapatan, efisiensi belanja,
dan penerimaan pinjaman, sementara SiKPA pada TA 2022 disebabkan oleh tidak
tersalurkannya DBH Provinsi dan kendala penyerapan pendapatan. Penurunan SiLPA
pada TA 2021 terjadi karena tidak adanya realisasi pinjaman daerah. SiLPA/SiKPA
mempengaruhi perencanaan anggaran tahun berikutnya, yakni digunakan dalam
APBD Perubahan dengan fokus pada belanja publik, infrastruktur, dan peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kata Kunci: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), Sisa Kurang Perhitungan
Anggaran (SiKPA), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

The Regional Government of Tulang Bawang Barat reported a Budget Surplus
(SiLPA) for Fiscal Years (FY) 2019 to 2021 and 2023, as well as a Budget Deficit
(SiKPA) for FY 2022. This study aims to analyze the basis of surplus or deficit budget
planning, the factors causing SiLPA/SiKPA, and the influence of SiLPA/SiKPA on
budget planning for subsequent fiscal years. The research employs a qualitative
descriptive method, utilizing primary data obtained through interviews and secondary
data derived from The Audit Board of The Republic of Indonesia (BPK) Audit Reports
on the Financial Statements of Tulang Bawang Barat Regency for FY 2019 to 2023.
Data analysis was conducted using interactive data analysis techniques. The findings
indicate that factors influencing surplus or deficit budget planning in the Regional
Revenue and Expenditure Budget (APBD) include economic and social conditions,
regional fiscal incentives, as well as under-disbursement and delays in Revenue
Sharing Funds (DBH). SiLPA in FY 2019 to 2020 and 2023 was influenced by revenue
overachievement, spending efficiency, and loan receipts, while SiKPA in FY 2022
resulted from the non-disbursement of provincial DBH and revenue absorption
constraints. The decline in SiLPA in FY 2021 occurred due to the absence of regional
loan realization. SiLPA/SiKPA affects the following year’s budget planning, in the
Revised APBD with a focus on public spending, infrastructure development, and
increasing Local Own-Source Revenue (PAD).
Keywords: Budget Surplus, Budget Deficit, Local Government Budget

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Ekonomi
Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
Depositing User: FE Perpus
Date Deposited: 16 May 2025 04:13
Last Modified: 16 May 2025 04:13
URI: https://repository.untar.ac.id/id/eprint/46847

Actions (login required)

View Item View Item