Chandra, Edwin (2025) Ratifikasi United Nations Convention On Contracts For The International Sales of Goods Sebagai Instrumen Harmonisasi Hukum Perdata Internasional. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman depan_Edwin chandra_205210229.pdf Download (275kB) |
|
|
Text
Bab isi_Edwin chandra_205210229.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Edwin chandra_205210229.pdf Download (916kB) |
|
|
Text
Lampiran_Edwin chandra_205210229.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian negara dengan perdagangan internasional. Dalam hal menghadapi tantangan hukum dan bahasa saat pembentukan perjanjian jual beli barang internasional, meratifikasi United Nations Convention on Contracts for the International Sales of Goods (CISG) merupakan langkah yang dianjurkan untuk memperkuat dan harmonisasi hukum perdata internasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran CISG dalam menciptakan kepastian hukum terhadap kontrak jual beli internasional dan menilai kesiapan Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional (RUU HPI) dalam mendukung ratifikasi CISG. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber data terdiri dari bahan hukum primer seperti CISG, serta bahan sekunder berupa jurnal, buku, dan naskah akademik RUU HPI. Analisis dilakukan dengan meninjau perbandingan regulasi domestik dan internasional untuk menjawab permasalahan hukum yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CISG menawarkan solusi atas ketidakpastian hukum sebagai aturan seragam dan aturan bawaan, yakni dengan menyediakan mekanisme interpretasi, fleksibilitas penerapan, dan pengisian celah hukum yang dapat membantu pembentukan dan penyelesaian sengketa perjanjian jual beli barang internasional. Tantangan ratifikasi CISG seperti kesesuaian sistem hukum Indonesia dan kepentingan domestik bukan menjadi persoalan utama untuk tidak diratifikasi. Melainkan, meratifikasi CISG sebagai aturan khusus yang dapat memenuhi prediktibilitas hukum dalam hal mengatur perjanjian jual beli internasional. Kesimpulannya, ratifikasi CISG sangat penting untuk mendorong perkembangan hukum perdata internasional di Indonesia. Ratifikasi CISG akan mewujudkan prinsip-prinsip dan cita-cita dalam RUU HPI. Penelitian ini merekomendasikan percepatan ratifikasi CISG dan penyelesaian RUU HPI sebagai strategi utama dalam menciptakan kepastian hukum dalam perdagangan internasional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Lewiandy, S.H., M.A., LL.M |
| Uncontrolled Keywords: | CISG, Hukum Perdata Internasional, Perjanjian Jual Beli Internasional, Kepastian Hukum, Harmonisasi Hukum |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 02:26 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 02:26 |
| URI: | https://repository.untar.ac.id/id/eprint/47473 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
