Pramudya, Thalia Altamilano (2024) Peran Toxic Leadership dan Pengucilan di Tempat Kerja Terhadap Intensi Keluar Kerja dengan Psychological Distress Sebagai Mediator dan Rasa Syukur Sebagai Moderator. Masters thesis, Universitas Psikologi.
|
Text
FullText_Thalia Altamilano Pramudya_707231009.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
|
|
Text
Surat Pengesahan_Thalia Altamilano Pramudya_707231009.pdf Download (332kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang pengaruh toxic leadership dan pengucilan di tempat kerja terhadap intensi keluar kerja dengan psychological distress sebagai mediator dan rasa syukur sebagai moderator. Intensi keluar kerja merupakan keinginan karyawan untuk berhenti permanen dari pekerjaannya baik secara sukarela maupun tidak sukarela. Intensi keluar kerja karyawan dipengaruhi oleh toxic leadership dan pengucilan di tempat kerja. Toxic leadership merupakan bentuk perilaku pemimpin yang buruk karena berperilaku otoriter, kasar, promosi diri, dan memiliki perilaku yang sulit untuk diprediksi. Pengucilan di tempat kerja adalah suatu kondisi dimana seseorang diabaikan dan diisolasi oleh rekan di tempat kerjanya. Toxic leadership dan pengucilan di tempat kerja dapat memicu terjadi psychological distress. Psychological distress merupakan suatu kondisi dimana seorang individu mengalami stres atau ketidaknyamanan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan mentalnya. Namun dengan adanya rasa syukur yang tinggi, dapat menekan tingginya intensi keluar kerja karyawan. Rasa syukur merupakan suatu perasaan atau sikap bersyukur dan berterima kasih terhadap sesuatu atau seseorang. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan ada 5 yaitu, kuesioner intensi keluar kerja, kuesioner toxic leadership, kuesioner pengucilan di tempat kerja, kuesioner pyschological distress, dan kuesioner rasa syukur. Penelitian dilakukan di grup perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi di Jakarta Barat yang terdiri dari 3 perusahaan dengan jumlah sampel sebanyak 150 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic leadership dan pengucilan di tempat kerja memprediksi terhadap intensi keluar kerja karyawan dengan di mediasi oleh psychological distress, namun rasa syukur tidak terbukti memoderatori psychological distress dengan intensi keluar kerja pada model penelitian ini. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengurangi intensi keluar kerja dengan mengurangi perilaku toxic leadership dan pengucilan di tempat kerja yang menyebabkan psychological distress pada karyawan dengan merancang kebijakan dan intervensi yang lebih baik dari sebelumnya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing; Rostiana, S.Psi., M.Si., Dr., Psikolog |
| Uncontrolled Keywords: | Intensi Keluar Kerja, Pengucilan di Tempat Kerja, Psychological Distress, Rasa Syukur, Toxic Leadership |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Psikologi |
| Depositing User: | Admin Fakultas Psikologi |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:43 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:43 |
| URI: | https://repository.untar.ac.id/id/eprint/50458 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
